Pages

Sabtu, 06 November 2010

* POLIGAMI *


Lebaran kemarin saya mengunjungi rumah rekan bapak, rumahnya sepi rupanya penghuninya sedang istirahat karena ternyata disana habis kebanjiran, wajar saja semalaman Jakarta memang diguyur hujan deras. Disana cuma menemui sang istri dan anak-anaknya yang sudah dewasa (red: sudah menikah). Sang suami ternyata tidak ada di rumah, istrinya bilang sedang di villa. Ga lama istrinya cerita ke ibu saya (saya agak roaming dengan ceritanya tapi lama-lama saya paham akan yang dimaksud sang istri). Ternyata suaminya menikah lagi dan villa yang disebut istrinya itu adalah sebutan untuk rumah istri mudanya. Agak terkejut saya mendengarnya karena agak tidak mungkin seorang Pak (sebut saja XX) menikah lagi.
Awalnya si istri bercerita dengan diselingi tawa walau nampak jelas dari pandangan matanya tersimpan kesedihan, karena ga lama pun air matanya keluar. Saya sempat berfikir ternyata cerita seperti ini bukan hanya di televisi, dunia nyata pun ternyata ada. Sejak menikah lagi, suaminya bersikap dingin terhadap si istri. Dari awalnya minta izin ke “villa” 2x seminggu sekarang bertambah jadi 3x seminggu. Dan dahsyatnya si istri baru katanya minta ke orangtua si suami agar si suami menceraikan istri lamanya (subhanallah ckckck).
Kata si istri memang sekarang si suami lagi maju bisnisnya, mungkin dia agak silau dan lupa. Padahal sebelumnya banyak rekanannya yang sedang sukses-suksesnya kemudian selingkuh dan menikah lagi kemudian bangkrut. Namun, kata si istri si pak XX tidak takut dia malah merasakan ketenangan setelah menikah lagi (bayangkan dia berbicara seperti itu di depan istrinya sendiri)
Saya menyaksikan sendiri betapa pedihnya si istri bercerita. Dari kata-katanya, dari matanya, dari tangisnya. Hmmmm padahal dia sendiri yang merelakan suaminya menikah lagi tapi ternyata tetep aja ya sakit rasanya. seikhlas-ikhlasnya wanita mengizinkan laki-lakinya dengan wanita lain pasti ada rasa sakit yang tersimpan ya? Bayangin aja laki-laki yang biasa bersamanya harus dibagi dengan wanita lain, sungguh tak rela. Bukan ingin menggurui tapi cukup satu wanita yang saya lihat langsung kepedihannya, jujur saya sendiri ingin menangis mendengar ceritanya.
Jadi, hai para lelaki hargai wanita. Ingat awal kehidupan yang dibangun bersama, mulai dari susah hingga berhasil, mulai dari berhasil hingga susah lagi. Karena dibalik laki-laki sukses ada wanita hebat.=)

Tidak ada komentar:

Daisypath Anniversary tickers

Daisypath Anniversary tickers