Pages

Tampilkan postingan dengan label Industrial Engineering. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Industrial Engineering. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 April 2011

Cara dan Syarat Perijinan Penelitian di Kesbanglinmas dan Bappeda

Bagi para teman-teman yang ingin mengadakan penelitian tapi belum tau langkah-langkah perijinannya. Berikut adalah alur ijin penelitian khususnya jika ingin melakukan penelitian di instansi pemerintah. Kali ini saya akan bagi pengalaman 
Jika ingin melakukan penelitian disuatu instansi tentunya harus menyerahkan surat ijin dari jurusan atau fakultas beserta proposal yang telah ditandatangani si peneliti dan pembimbing. Namun, ada beberapa instansi (biasanya instansi-instansi milik pemerintah atau BUMN) yang membutuhkan syarat atau surat dari pemerintah setempat (Kesbanglinmas dan Bappeda). Berikut ini syarat-syarat yang diperlukan untuk mendapat ACC dari pemerintahan setempat.
lokasi domisili kebetulan adalah di Surakarta, jadi awalnya saya pergi ke balai kota lalu mengisi buku tamu dan bertanya harus ke bagian manakah saya jika ingin meminta ijin penelitian. Awalnya saya disuruh ke bagian kesekretariatan ata humas (lupa), disana agak ga mudeng tapi tetap member penjelasan. Karena ga puas sama jawabannya, bertanyalah saya kepada yang telah berpengalaman yaitu kakak tingkat. Dan penjelasan dari mbak kakak tingkat (Sebut saja namanya mbak Elok J ) cukup jelas. Jadi, untuk yang membutuhkan ijin penelitian sebaiknya langsung saja ke bagian Kesbanglinmas lalu lanjut ke Bappeda, selesai deh. Syarat-syarat yang dibutuhkan adalah :
Kesbanglinmas
1 buah proposal dan kurang lebih 5 surat ijin penelitian yang ditujukan kepada walikota setempat
1 lbr fotocopy karmas
Di kesbanglinmas, 5 surat tersebut akan dicap dan kita diminta mengisi surat pernyataan ijin penelitian dan kesediaan memberikan hasil penelitian (disertai dengan tanggal maksimal penyerahan) sebanyak 2 lembar. Nantinya, surat yang sudah dicap akan diberikan kepada kita untuk diserahkan ke Bappeda dan 1 lembar surat di simpan kesbanglinmas sebagai arsip.
Bappeda
1 buah proposal dan kurang lebih 5 surat ijin penelitian yang ditujukan kepada walikota setempat yang sudah dicap oleh Kesbanglinmas
1 lbr fotocopy karmas
Di Bappeda surat2 tersebut di cap lagi. Dan surat tersebut diserahkan kembali untuk kita, untuk diberikan kepada insatansi tempat penelitian.
Ternyata mudah dan cepat kan? J tapi karena saya pemula jadi prosesnya jadi ribet, bolak-balik walikota karena kurang persyaratan. Makanya agar para researcher nanti ga kesusahan saya bagi infonya. Oiya jangan lupa pas datang berpakaian rapih plus bersepatu.


Jumat, 28 Januari 2011

VENDOR MANAGED INVENTORY (VMI)


VMI itu apa sih? Sekedar berbagi info aja mengenai VMI berdasarkan tugas kuliah system logistic, Vendor Managed Inventory (VMI) adalah salah satu dari bentuk partnering yang bertujuan ntuk meningkatkan efisiensi inventory dalam supply chain. Kesuksesan VMI dimulai oleh perusahaan Amerika yaitu Campbel Soup dan Johnson & Johnson, juga oleh perusahaan Eropa, Barilla yang merupakan perusahaan pasta terkemuka di Eropa. Dalam VMI, supplier dapat mengetahui jumlah konsumsi pemakaian barang yang diproduksi oleh suatu perusahaan
 untuk suatu jangka waktu periode tertentu. Jumlah kebutuhan suatu perusahaan  dapat diketahui melalui suatu sistem terintegrasi antara perusahaan  dan suppiler yang bersangkutan. Perusahaan harus memiliki perkiraan akan kebutuhan pasokan barang untuk suatu jangka waktu tertentu. Perkiraan pasokan barang dibutuhkan oleh supplier agar mereka dapat mengelola inventory akan barang tersebut. Supplier juga dapat memperkirakan kapan suatu barang harus diproduksi serta kapan barang tersebut dikirim ke perusahaan . Manfaat dari VMI adalah keuntungan bagi supplier tersebut dalam mengelola inventory dengan cara memperkirakan kapan suatu barang harus diproduksi dan/ atau disiapkan. Dengan adanya perkiraan ini, supplier tidak perlu mengelola inventory barang tersebut terlalu lama. Dalam sistem VMI ini, supplier dan perusahaan  menggunakan suatu sistem informasi yang memuat segala jenis informasi baik yang dibutuhkan supplier maupun perusahaan .
Manfaat VMI antara lain :
1. Mengurangi Cost atau biaya
2. Meningkatkan Pelayanan
Dalam VMI dibutuhkan suatu teknologi informasi yang dijelaskan pada gambar di bawah ini :


Dari gambar di atas, perancangan Sistem Informasi Vendor Managed Inventory dapat disimpulkan bahwa antara perusahaan dan supplier mempunyai otoritas masing-masing dalam mengakses data dan informasi yang terdapat di dalam Sistem Informasi ini. Bagian pengadaan barang hanya mempunyai otoritas untuk memasukkan hasil peramalan untuk suatu jenis produk serta dapat mengecek ketersediaan barang di gudang. Bagian gudang mempunyai otoritas untuk memasukan data jumlah barang tersedia serta memasukan data kedatangan barang pesanan ke dalam gudang. Pihak supplier mempunyai otoritas untuk melihat data peramalan, data inventory, serta memberikan respon terhadap pemesanan barang yang di masukkan ke dalam sistem oleh pihak pengadaan barang.

Peta-Peta Kerja

Buka-buka folder kuliah eehh nemu tugas waktu semester 4 pas mata kuliah APK alias Analisis Perancangan Kerja. Waktu itu tugasnya disuruh bikin Peta-Peta Kerja mulai dari Peta Proses Operasi atau kerennya dikenal sebagai OPC Operating Process Chart plus peta aliran proses, diagram alir sampai peta tangan kanan dan kiri. Dengan peta-peta kerja tersebut dapat dilihat semua langkah atau kejadian-kejadian yang dialami oleh suatu obyek ( benda kerja ) sejak awal suatu proses, sampai pada proses menghasilkan produk . Dulu produknya bebas, tapi berhubung babeh gw berwiraswasta dibidang cetak mencetak jadi prodk yang gw ambil buat nih tugas adalah pencetakan buku  mari disimak
**OPC



**Diagram Alir
• Definisi :
Suatu gambaran menurut skala dari susunan lantai dan gedung yang menunjukkan lokasi dari semua aktivitas yang terjadi dalam peta aliran proses.
• Kegunaan Diagram Aliran :
1. Memperjelas peta aliran proses, jika arah aliran merupakan faktor penting.
2. Bahan analisa untuk memperpendek jarak perpindahan.



**Peta Aliran Proses
• Definisi :
Suatu diagram yang menunjukkan urutan dari operasi, pemeriksaan, transportasi,menunggu dan penyimpanan yang terjadi selama suatu proses berlangsung,serta didalamnya memuat pula informasi yang diperlukan untuk analisa seperti waktu yang dibutuhkan dan jarak perpindahan.
• Kegunaan Peta Aliran Proses :
1.Mengetahui aliran bahan atau aktivitas orang mulai dari awal suatu proses sampai aktivitas terakhir.
2.Informasi mengenai waktu penyelesaian suatu proses.
3.Mengetahui jumlah kegiatan yang dialami bahan.



**Peta Tangan Kanan dan Kiri
 Merupakan peta kerja setempat yang bermanfaat untuk menganalisa gerakan tangan manusia didalam melakukan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat manual.
 Peta ini akan menggambarkan semua gerakan ataupun delay yang terjadi yang dilakukan oleh tangan kanan maupuntangan kiri secara mendetail sesuai dengan elemen-elemen Therblig yang membentuk gerakan tersebut.
 Kegunaan Peta Tangan kiri Tangan kanan adalah :
 Menyeimbangkan atau mengurangi kelelahan gerakan kedua tangan.
 Menghilangkan atau mengurangi gerakan-gerakan yang tidak efisien dan tidak produktif.
 Sebagai alat untuk melatih pekerja baru dengan cara kerja yang ideal
 keterangan simbol:



Hollands typology


Dalam mata kuliah perancangan organisasi, dipelajari tentang bagaimana karakteristik suatu individu dalam organisasi yang didalamnya dipelajari variable level individu.variabel level individu itu sendiri ditentukan salah satunya oleh personalitas. Salah satu teori yang berisi tentang personalitas khususnya memadankan suatu pekerjaan cocok dengan personalitas tertentu adalah Hollands typology.        
Teori Tipologi yang diperkenalkan oleh Holland (1985; 1997) menyatakan  bahwa pemilihan suatu bidang kerja harusnya selaras dengan ciri peribadi individu. Kepribadian seseorang menurut John Holland merupakan hasil dari keturunan dan pengaruh lingkungan (Osipow, 1983 :84). Winkel & Hastuti (2005 ; 634-635) menjelaskan bahwa pandangan Holland mencakup tiga ide dasar, yaitu :
1. Semua orang dapat digolongkan menurut patokan sampai berapa jauh mereka mendekati salah satu di antara enam tipe kepribadian (realistik, investigative, artistic, sosial, konvesional, dan enterprising). Semakin mirip seseorang dengan salah satu di antara enam tipe itu, makin tampaklah padanya ciri-ciri dan corak perilaku yang khas untuk tipe bersangkutan. Setiap tipe kepribadian adalah suatu tipe ideal, yang merupakan hasil dari interaksi antara faktor-faktor internal dan eksternal. Berdasarkan interaksi itu manusia belajar lebih menyukai kegiatan tertentu, yang kemudian melahirkan suatu minat kuat yang pada gilirannya menumbuhkan kemampuan dan keterampilan tertentu.
2. Berbagai lingkungan yang di dalamnya orang hidup dan bekerja, dapat digolongkan menurut patokan sampai berapa jauh suatu lingkungan tertentu mendekati salah satu model lingkungan (realistik, investigative, artistic, sosial, konvesional, dan enterprising). Semakin mirip lingkungan tertentu dengan salah satu di antara enam model lingkungan, makin tampaklah di dalamnya corak dan suasana kehidupan yang khas untuk lingkungan bersangkutan. Masing-masing model lingkungan hidup, termasuk lingkungan okupasi, didominasi oleh orang yang bertipe kepribadian tertentu.
3. Perpaduan antara tipe kepribadian tertentu dan model lingkungan yang sesuai menghasilkan keselarasan dan kecocokan okupasional (occupational homogeneity), sehingga seseorang dapat mengembangkan diri dalam lingkungan okupasi tertentu dan merasa puas dan sukses dalam karirnya. Perpaduan dan pencocokan antara tiap tipe kepribadian dan suatu model lingkungan memungkinkan meramalkan pilihan okupasi, keberhasilan, stabilitas seseorang dalam okupasi yang dipangku.
            Tipologi Holland mengklasifikasikan tipe kepribadian seseorang dengan contoh pekerjaan yang cocok dengan kepribadian tersebut. Kebanyakan orang dapat digolongkan ke dalam salah satu dari 6 tipe, yatu: realistik, investigative, artistic, sosial, konvesional, dan enterprising (usaha) (John H. Holland 1959). Berikut ini adalah pengklasifikasian tipe kepribadian seseorang dan contoh pekerjaan yang cocok dengan kepribadian tersebut :


Alat-alat Pembuatan Semen

Bagi-bagi pengetahuan aja nih tentang alat-alat yang dipake dalam proses pembuatan semen mulai dari proses pengolahan bahan baku samapi dengan packing, tapi sebelumnya kenalan dulu ya sama proses pembuatan semennya, secara umumnya dapat dijelaskan pada flowchart dibawah ini:



Nah ini dia alat-alat yang dipake mengolah si batuan kapur menajdi serbuk-serbuk semen yang kuat itu, check it out :

1. Unit Pengolahan Bahan (Raw Mill)
a. Rotary Dryer
Fungsinya untuk mengeringkan bahan baku. Pengeringan dilakukan dengan mengalirkan gas panas sisa pembakaran dari kiln secara cocurrent.
b. Double Roller Chrusher
Fungsinya adalah untuk memperkecil ukuran limestone, sand clay, sand koreksi dan pasir besi setelah keluar dari dryer.
c. Hopper Raw Mix
Fungsinya adalah untuk mencampur dan menggiling bahan baku yang akan diumpankan ke kiln.
d. Air Separator
Fungsinya untuk memisahkan material halus dengan material kasar dimana material halus akan keluar sebagai produk, sedangkan material kasar dihaluskan lagi di raw grinding mill.
e. Tetra Cyclone
Fungsi alat ini adalah untuk memisahkan material halus dengan material kasar yang terbawa aliran gas keluar dari air separator.
f. Spray Tower
Fungsinya untuk mendinginkan gas panas hasil pembakaran di kiln yang berlebih dari suspension preheater.
g. Weighing Feeder
Fungsinya untuk menimbang limestone yang keluar dari bin agar konstan jumlahnya.
h. Raw Grinding Mill
Fungsi alat ini adalah untuk menggiling bahan baku yang diumpankan ke kiln.
i. Raw Mill Fan
Fungsi alat ini adalah untuk menarik material dari raw mill yang sudah halus untuk dibawa bersama aliran udara masuk ke cyclone
j. Electrostatic Presipitator
Fungsinya adalah untuk menangkap debu yang ada dalam aliran gas yang akan dibuang melalui cerobong sehingga tidak menimbulkan polusi.
k. Raw Meal Silo
- Blending Silo : untuk homogenisasi raw meal dengan bantuan udara.
- Storage silo :untuk menyimpan raw meal sebelum diumpankan ke kiln.

2. Unit Pembakaran

a. Suspention Prehater
Fungsinya adalah sebagai pemanas awal umpan rotary.
b. Rotary Kiln
Fungsinya untuk proses kalsinasi dan sinterisasi tepung baku menjadi Clinker.
c. Kiln Feed Bin
Fungsinya adalah untuk menampung umpan kiln yang siap untuk diumpankan.
d. Air Quenching Cooler
Fungsinya untuk mendinginkan Clinker secara mendadak dari 1400oC menjadi 900-950oC pada chamber 1.

3. Unit Penggilingan Akhir

a. Clinker Storage Silo
Fungsinya adalah sebagai tempat penampungan Clinker.
b. Finish Grinding Mill
Fungsinya adalah untuk menggiling campuran Clinker dengan Gypsum yang ditambahkan agar menjadi halus.
c. Air Separator
Fungsi alat ini adalah untuk memisahkan mineral halus dengan mineral kasar dimana pertikel halus akan keluar sebagai produk sedangakna partikel kasar keluar untuk dihaluskan kembali di finish grinding mill.

4. Unit Pengisian Packing
a. Cement Silo
Fungsinya adalah untuk menampung semen yang berasal dari finish mill sebelum masuk ke unit packing.
b. Vibrating Screen
Fungsinya adalah untuk menyaring semen dari pengotor sebelum masuk ke storage silo untuk pengepakan.
c. Storage Silo
Fungsinya adalah untuk menampung semen yang telah melewati vibrating screen untuk selanjutnya diumpankan ke rotary packer.
d. Rotary Feeder
Fungsinya adalah untuk mengatur pengumpanan semen.
e. Valve Bag Packing Machines
Fungsinya adalah untuk memasukkan semen kedalam kantong semen.

Sabtu, 06 November 2010

Wonderful experience "KP PT INDOCEMENT PERIODE JUNI 2010"


First story :: kontrakan
Berhubung kerja praktek kurang lebih satu bulan dan ga mungkin dong pulang pergi bogor – pondok gede (bisa tua di jalan dan berat diongkos :: angkot citeureup-jagorawi: 2000, bus jagorawi – kp.rambutan: 5000, angkot kp.rambutan-pd.gede: 3500, angkot pd.gede-jatiwaringin: 2500 total 13ribu x 2 = 26ribu/ hari dan 2 setengah jam x 2 = 5 jam dijalanan -__- ) jadi pilihan jatuh untuk ngontrak saja. Dan ternyata nyari kontrakan tdk semudah membalikkan telapak tangan =( dari rumah ke rumah nanya kontrakan tapi penuh semua dan terakhir nanya di rumah ummi sebenarnya kontrakan dia penuh tapi dia nyewain kamar kosong dirumahnya bwt gw sama my partner siwi berhubung dia dirumah tinggal sendiri coz suaminya udah meninggal 3 tahun yg lalu, eh tapi pas besoknya mau pindahan ummi sakit gejala stroke dan di bawa kerumah sakit setelah agak sembuh tinggalnya jadi dirumah anaknya di belakang rumahnya dia sih, dalam keadaan sakit tapi masih aja mikirin gw sm siwi, kadang nyuruh anaknya nengokin gw sama siwi. Pas pamitan pulang kemaren udah agak sembuh, katanya pengen bgt cepet sembuh soalnya mau puasa terus kasian liat ibu2 majelis ga ada yang mimpin, katanya kemaren ibu2 majelis ke rumahnya pada nangis doain ummi biar cepet sembuh biar ada yang mimpin majelis plus jadi imam shalat..subhanallah. pas pamit pulang di doain sama ummi supaya dapat jodoh yang baik dan kerjaan yang baik juga..aminnn “makasih ya ummi, cepet sembuh yaa…”   
Second story:: nasi uduk
Menu utama sarapan gw sebelum berangkat kp adalah  nasi uduk atau ga nasi kuning deket kontrakan sepiring dua ribu (porsi kecil tp buat gw udah cukup kenyang) nambah tahu isi satu sama pisang goreng jadinya 3 ribu =) si ibu sampe hapal menu gw sama siwi. Orangnya ramah banget. Makasih ya ibu =)
Main story:: INDOCEMENT

Sebenarnya jadwal kapenya tgl 1 Juni berhubung masih UAS jadilah minta mundur kape tgl 12. Tanggal 12 Juni 2010 pertama datang ke  indocement jam setengah 7 dari kontrakan sarapan bubur ayam dulu depan pos 3 Indocement, jam 7 sampe didepan pos 1 disuruh nunggu sama security nya sampe jam 8 baru disuruh masuk dan ninggalin KTP (prosedur masuk indocement emang agak ribet, ketat bgt penjagaannya), jalan lumayan jauh menuju CHRD (Coorporate Human Resource Development) yang letaknya di housing 3, melewati pool bus indocement, parkiran, housing2, tanya2 cleaning service, tukang parkir dan karyawan yang lewat, akhirnya sampailah di CHRD dan menemui Bapak Dedi A. Dasuki, hari pertama dijelasin prosedur KP di Indocement (dapet makan siang, dapet uang saku, dan kami ditempatkan di plant 3-4 dengan pembimbing Bapak Yulius Pamungkas), bikin ID Card, dan dibekali sepasang safety shoes, masker, plus helm yang harus dipake tiap hari selama dilingkungan pabrik -___-“. Hari pertama kami menganggur dr jam 9 sampai jam 5. Minggu pertama cukup membuat saya stress, pertama rute yang harus dilalui yaitu : Pos 1 – CHRD (check inà absen pagi jam 8) – Plant 3-4 – CHRD (makan siang à jam 12) – Plant 3-4 – CHRD (check out àabsen sore) – pos 1 (pulang)


Hari berikutnya barulah keliling2 plant 3-4, seru liat-liat mesin yg gede2 dan deg-degan takut jatoh (kesandung mulu gara2 blm biasa pake safety shoes -_-).
Hari-hari berikutnya udah mulai biasa dengan kebiasaan berangkat jam setengah 7 pulang jam setengah 6. Dan udah mulai kenal sama karyawan2 khususnya plant 3-4 yang baik dan ramah nya luar biasa, walaupun di lingkungan bogor tapi ketemunya sama bapak2 asli jawa juga yang asli Solo pun banyak J dan juga udah mulai kenal sama teman2 seperjuangan KP periode Juni 2010 yang luarr biasa dan multitalent dalam hal menyebarkan gossip :p.

Minggu pertama dan kedua pengen banget cepet selesai KP tapi minggu terakhir agak berat meninggalkan Indocement semuanya bikin kangen, lingkungannya, karyawan2nya, teman2 KP dari Gunadarma, UI, UII, ITS, Telkom, BSI, dll semuanya luar biasa. Hari-hari terakhir kita semua diajak jalan-jalan pakai bis Indocement (yang tipe eksektif :p ) ke penambangan batu kapur yang letaknya ga jauh dari pabrik.
Besoknya saya dan siwi mempresentasikan laporan kerja praktek ke pembimbing dan beberapa penguji, awalnya deg-degan banget tapi ternyata tetap menyenangkan, Alhamdulillah… Tugaspun selesai, dan ga lupa kasih laporan hard cover ke perusahaan dan menerima gaji selama satu bulan =)
Terima kasih banyak untuk semua orang-orang baik yang pernah saya temui selama kurang lebih satu bulan di citeureup, Ummi, Ibu nasi Uduk, Pak Yulius Pamungkas (saya kagum sekali sama bapak ), Pak Sapto, Pak Salam, Pak Kohar, Pak Suryani, Pak Dedi, Bapak Security, Bapak Tukang Parkir, Angga & Welly duo ITS teman menunggu di plant 3-4, Valen, Denoph, Erika Trio kwek2 dari UI, Heru & Johan UII, Sendy & Bowo ITS, Ayu Gunadarma, Mba Ayu UI, Frida Telkom….

Kamis, 28 Januari 2010

Proses Pembuatan Kertas


Terinspirasi dari tugas kuliah, jadinya gw  kutip deh pendahuluan tugas kuliah otomasi industry waktu semester 5 kemaren, ini dia….

PEMBUATAN KERTAS

Bahan baku yang digunakan untuk membuat kertas ialah bahan-bahan yang mengandung banyak selulosa, seperti bambu, kayu, jerami, merang, dan lain-lain. Pembuatan kertas dari bahan baku dapat dibagi menjadi dua tahap (gambar 2), yaitu:
1.      Pembuatan pulp
2.      Pembuatan kertas dari pulp
Ada 3 macam proses pembuatan pulp, yaitu
  1. proses mekanis
tidak digunakan bahan-bahan kimia. Bahan baku digiling dengan mesin sehingga selulosa terpisah dari zat-zat lain.
  1. proses semi-kimia
dilakukan seperti proses mekanis, tetapi dibantu dengan bahan kimia untuk lebih melunakkan, sehingga serat-serat selulosa mudah terpisah dan tidak rusak.
  1. proses kimia
bahan baku dimasak dengan bahan kimia tertentu untuk mengllilangkan zat lain yang tidak perlu dari serat-serat selulosa. Dengan proses ini, dapat diperoleh selulosa yang murni dan tidak rusak.










Gambar 2. Proses pembuatan kertas



Pembuatan Kertas
Pulp yang sudah siap, diolah dengan bahan-bahan penolong seperti perekat damar, kaolin, talk, gips, kalsium karbonat, tawas aluminium, kertas bekas, zat warna dan lain-lain, untuk kemudian diproses menjadi kertas, melalui mesin pembentuk lembaran kertas, mesin pengeras dan mesin pengering. Ada dua kemungkinan kondisi bubur kertas yang disuplai ke mesin kertas, yaitu:
1.   Bubur kertas basah
2. Bubur kertas kering berupa lembaran yang dibundel dalam bentuk bal
Di industry kertas, ada perusahaan yang memproduksi pulp sendiri dan ada pula yang membeli dari luar atau disuplai dari perusahaan pulp yang berlokasi berjauhan. Dan umumnya pulp yang disuplai dari perusahaan pulp tersedia dalam lembaran kering. Baik basah atau kering, pulp tetap diproses atau dipersiapkan oleh tahapan wet end sebelum kemudian masuk ke dry end. Pada makalah ini proses produksinya menggunakan pulp kering karena pulpnya disuplai dari perusahaan pulp atau tidak memproduksi pulp sendiri.

Proses di Mesin Kertas
Secara kondisi stock atau bubur kertas diproses, maka proses di mesin kertas dibagi dua yaitu wet end and dry end. Namun secara urutan proses maka ada 8 bagian proses, yaitu:
1· Beater, bila pulp kering yang dipakai sebelum proses refiner
2. Refiners
3· Cleaners dan screeners
4· Headbox
5. Wire
6· Presses
7· Dryers
8· Reel



Stock Preparation
Stock preparation adalah proses mengkondisikan bubur kertas sedemikian rupa sehingga serat serat siap untuk diproses pada mesin kertas sesuai dengan target produktifitas, efisiensi dan kualitas kertas yang ingin dicapai. Bubur kertas pada tahapan ini banyak mengandung air dilakukan dalam kondisi basah atau Wet End, untuk memudahkan proses dan menjadi media proses itu sendiri. Pada puncaknya di bagian Head Box, kandungan air bisa sekitar 99.5% sementara sisanya 0.5% yang disebut stock adalah serat dan bahan penambah lainnnya (wet end additives).
Ini bak memasak didapur dimana anda harus memotong bawang hingga halus, daging, mencampur dengan garam supaya dagingnya merasuk, mencuci bahan masakan supaya bersih dan sehat.
Ada 3 proses secara umum yaitu;
1.      Memisahkan serat dari satu sama lain, memotong dan menghaluskan; ada 2 bagian yang digunakan yaitu, Beater dan Refiner
2.      Membersihkan serat dari kotoran, yaitu menggunakan Cleaner (centrifugal) dan Screener dimana kedua alat ini ditemukan terpisah satu sama lain. Cleaner sebagai tahap pembersih pertama dan relatif serat berukuran lebih besar dari serat pada Screener. Screener terletak sebelum Headbox dimana ukuran serat jauh lebih halus.
3.      Menambahkan bahan penambah - wet end additives, ada beberapa bahan penambah diantaranya; filler, sizing, color dye, optical brightening agent (OBA), deformer dll.

Bagian Wet End
1.      Beater - Bila digunakan pulp kering, maka pabrik menggunakan Pulp Beater, dimana pulp yang kering dimasukkan kedalam tangki penghancur dan dicampur air untuk dibasahkan sebelum campuran bubur masuk ke refiner.
2.      Refiners – Alat penghalus serat dimana bubur kertas dipotong dan dihancurkan kecil-kecil. Proses ini bertujuan meningkatkan properti kekuatan dan "bonding" serat (bersatunya serat satu sama lain). Gambar diatas menggunakan Jordan Refiner dimana proses "jordaning" terjadi dimana bubur kertas diuraikan, dipotong dan distribusi rata. Sistim Jordan memompa dan mendesak campuran bubur melewati rongga yang sangat sempit dalam proses penghalusan serat.
3.      Cleaners – Alat pembersih serat, dimana serat pulp yang bersih akan terangkat keatas dan kotoran yang lebih berat akan turun kebawah tabung pembersih. Alat pembersih ini menggunakan "centrifugal force" (kuatan putar) menyebabkan material yang berat dan solid kehilangan momentum pada sisi dinding dalam cleaner. Efek ini membuat material berat tadi lebih cepat turun kebawah tabung dibanding fiber yang ringan. Sebelum fiber masuk ke Headbox, serat di saring kembali dengan Screener untuk mendapatkan ukuran serat dan bahan yang lain yang seragam agar siap didistribusikan pada mesin pembentuk lembaran kertas selanjutnya.
4.      Headbox – bubur kertas yang bersih dan bercampur dengan filler dan kimia penambah lainnya atau disebut stock, kemudian dicampur dengan air untuk membuat "furnish." Furnish adalah 99.5% air dan 0.5% stock. Furnish disalurkan kedalam Headbox, dimana diregulasi sedemikian rupa agar stock terdistribusi merata disepanjang box dan stock tidak bergumpal.
5.      Wire (dari mesin kertas Fourdriner) - Berfungsi membentuk bentangan lembaran kertas dengan menyaring furnish terhadap air yang menjadi media pembawa. Air disaring sedemikian rupa lewat lobang halus (mesh) permukaan wire, dan furnish terdiri dari serat dan filler tertahan diatasnya.
  1. Press part berfungsi untuk membuang air dari web sehingga kadar padatnya mencapai 50 %. Hasilnya masuk ke bagaian pengering (dryer). Cara kerja press part ini adalah. Kertas masuk diantara dua roll yang berputar. Satu roll bagian atas di beri tekanan sehingga air keluar dari web. Bagian ini dapat menghemat energi, karena kerja dryer tidak terlalu berat (air sudah dibuang 30 %).
  2. Dryer berfungsi untuk mengeringkan web sehingga kadar airnya mencapai 6 %.
  3. pop reel- hasil yang telah masuk dalam dryer kemudian masuk kedalam pop reel sehingga berbentuk gulungan kertas yang besar (paper roll). Paper roll ini yang dipotong - potong sesuai ukuran dan dikirim ke konsumen.


Daisypath Anniversary tickers

Daisypath Anniversary tickers