Pages

Tampilkan postingan dengan label Holiday. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Holiday. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juni 2011

Bandengan Beach & Panjang Island (Jepara)


Hari minggu kemarin saya jalan-jalan ke salah satu pantai di Jepara namanya pantai Bandengan. Dari Solo (Terminal Tirtonadi) saya naik Bus jurusan Semarang jam 5 pagi, motor saya titipin di tempat penitipan motor 24 jam di deket terminal (ongkos titipin sehari Rp. 2000). Setiap saya berangkat pagi menuju Semarang pasti ketemunya sama bus Rajawali dan kalo sore hari dari Semarang pasti ketemunya sama bus new Ismo ongkosnya sama – sama Rp 20.000,- , dan ini dia jadwal keberangkatan kedua bus tersebut : (sebenarnya Bus Solo – Smg ada banyak selain kedua bus tersebut ada bus Taruna, Safari, dsb. Ada juga Travel yang ongkosnya kira-kira Rp 30.000 dan kena charge kalo mita sampe tempat yang diinginkan)


Setelah melewati Kartosura, Boyolali, Salatiga, Ungaran akhirnya sampe juga di Terminal Terboyo Semarang (2 jam perjalanan << kalau pagi. Kalau siang atau malam bisa sampe 3 jam). Dari Terboyo saya lanjutkan perjalanan menuju Kudus dengan naik Bus Nusantara (naik Bus Harum juga bisa, ongkosnya sama-sama Rp. 6.000). sekedar tips, turun dari bus Semarang lebih baik turun di depan terminalnya setlah jembatan penyebrangan rumah sakit, ga usah ikut ke dalam terminalnya, karena saya punya pengalaman buruk. Dulu waktu pertama kali ke Kudus, saya ikut masuk samapai dalam terminal (heran deh ibu kota provinsi tapi terminalnya amburadul banget, banjir pokoknya ga bgt deh.) nah pas saya turun berdatanganlah zombie-zombie terminal yang nawar2in tiket, berhubung saya belum pengalaman saya tanyalah ke salah satu zombie,
Saya: “ke Kudus naik apa ya pak?”
Zombie : “oohh naik bus itu aja mba, bayarnya disini mba” << sambil nunjuk bus
 Saya : “berapa pak?” << masih positiv thinking, mengasumsikan bahwa orang2 di Jawa Tengah ga terkecuali di Terminal sekalipun pasti baik-baik dan memiliki jiwa penolong
Zombie : “Rp 25.000 mba”
Saya : “hahh? Mahal bangett biasanya 10rbuan pak (sotoy)”
Zombie “ itu mah adanya siang mba yang ga AC, kalo yang ini AC mba”
Saya : mulai takut dan mikir kalo datengnya siang berarti gw harus nunggu dalem kandang zombie (terminal) ogahhh “yaudah nih pak” << pasang muka judes dan ngasih duit ga ikhlas.
Pas naek bus, gilaaaa busnya biasa banget setipe sama kopaja dikasih AC sama di ganti kursinya kasih busa (sama aja ga setipe ya kaya kopaja hahaha) mana 25 ribu gw?? Saya tanya mba-mba yang lagi duduk sendirian di Bus tanya ongkosnya dia jawab “Rp 6.000 mba” baru mikir Solo-Smg aja yang busnya bagus dan butuh 3 jam perjalanan = RP. 20.000, ini Smg-Kudus Cuma 1 jam perjalanan = Rp 25.000. haaaahhhh gila saya ditipu!!! Kamp**t!!!
Sejak saat itu setiap di terminal saya selalu pasang muka judes karena beranggapan semua orang di terminal adalah bersaudara dan punya kelakuan yang sama , huh! 

Oke lanjut setelah 1 jam akhirnya sampai juga di terminal Kudus. Nah dari sini ke Jepara saya naik motor di jemput sang kekasih pujaan hati :p kira-kira 40 menitan akhirnya sampai juga di Pantai Bandengan, masuk gerbang Pantai Rp 10.000 (2 orang + motor) terus parkir bayar Rp 3.000. pas masuk pantai ebuset rame banget. Pantai ini cocok banget buat wisata air keluarga, semacam pantai Ancol atau Carita tapi ini jauh lebih better, airnya masih bersih dan masih ada sisi – sisi pantai yang ga di penuhin orang (mungkin karena hari minggu juga kali ya makanya rame byanget).  Ini dia penampakannya , rame banget kan?

Tapi di ujung sana deket tempat penginapan sepi banget ga seramai deket pusat penyewaan mainan. ni dia penampakan yg sepinya yg saya ambil dari http://wisatayo.com/bandengan-beach
Oiya disini ada macem-macem permainan ada banana boat (Rp 30.000/orang), Kano (Rp 20.000/Kano/sepuasnya), Jetski (Rp 120.000/15 menit), Donat Air (5.000/15 menit), ban pelampung, dsb. 




Dan pilihan jatuh untuk menyewa perahu Kano (sebenarnya agak sensitif kalo ngomongin Kano inget skripsi saya yang pake metode KANO -________-). Lumayan dapet baju pelampung juga, jadi kalo udah capek mendayung bisa langsung nyemplung dan berenang sesuka hati. 
  
untung ada orang baik yang mau fotoin :p dan untung kameranya ga dibawa kabur hihii

Ombaknya hampir ga ada, (ciri pantai pantura memang ombaknya ga ada, katanya sih gitu... ), sampai ke tengah laut masih dangkal jadi masih bisa berenang dengan tenang, bagian dasarnya pasir bukan karang. Kalau berenang di pantai Ancol atau Carita masih agak mikir soalnya airnya kan keruh banget tuh kaya air Kali kalo disini ga airnya bersih warnanya bergradasi. Puas banget main air disini, seneng banget deh pokoknya.
Oiya dari pantai Bandengan ada fasilitas perahu juga yang bisa mengantarkan kita ke Pulau Panjang tarifnya Rp 10.000/orang pulang pergi, dari Pulau Panjang nya juga ada perahu yang bisa minta nganterin kita ke Pantai Kartini (dari Pantai Kartini bisa langsung naik feri menuju Karimunjawa #mupeng), next time semoga bisa nyebrang ke pulau yang satu itu (Karimunjawa). 
Sampe Pulau Panjang kira-kira 20 menit, pantainya masih bersihhhh banget, pasirnya putih banget. Di dalam pulau ada pemakanam (ga tau makam siapa kayanya sih makam orang kerajaan gitu, banyak juga yang ziarah kesana).  Tadinya pengen nyebur disini tapi nanti basah kan masih harus balik ke Pantai Bandengan pake perahu, jadinya Cuma basahin kaki aja deh. 

Pulang dari sini makan Bandeng Bakar sama Bakso Bandeng tapi di Kudus :p bukan di daerah pantai karena di pantai ini ga ada seafoodnya, makanannya Cuma bakso dan kawan-kawannya gitu.
Secara keseluruhan ni pantai + pulau cukup memuaskan, tapi kayanya harus di rawat dan di jaga sebaik-baiknya deh, kalo ga ntar nasibnya bakalan kaya Pantai Ancol atau Carita yang kotor.ayo Pemerintah Jepara dan masyarakat serta para wisatawan rawat dan jaga pantainya baik-baik ya...minimal jangan buang sampah sembarangan lahhh

Senin, 04 April 2011

Baduy Sejuta Kenangan


BADUY? Gara-gara seorang teman mengusulkan pergi ke kampung baduy jadi ingat pengalaman waktu study tour ke pedalaman baduy waktu kelas 3 SMA dulu, hampir 5 tahun yang lalu..
Tanggal 3 Januari 2007, kami siswa siswi SMA 61 berangkat menuju Kampung Baduy Kecamatan Leuwi Damar, Rangkas Bitung – Banten. Ini cerita berdasarkan sisa-sisa ingatan, maklum udah 5 tahun yang lalu. Dari sekolah naik Bus lumayan jauh karena menuju ujung barat pulau Jawa, turun di terminal akhir lanjut naik angkutan umum karena Bus besar ga bisa masuk. Ga berapa lama sampe tempat tujuan. Dari sinilah dimulai petualangan.
Tujuan pertama adalah menuju ke pemukiman Baduy Luar, dari tempat terakhir pemberhentian angkutan, kami harus berjalan sejauh kurang lebih 3 km, dengan medan yang lumayan sulit, lewatin tanjakan turunan dan itu tanah bukan aspal plus dengan membawa tas dan bawaan-bawaan lainnya. Tapi disana ada potter yang bisa disewa untuk bantu angkut barang dan mereka sepertinya udah mahir banget bawa barang-barang sebegitu banyaknya dengan melewati jalanan yang luar biasa jauh.
Dan setelah beberapa jam kemudian akhirnya sampe juga di Baduy Luar, kami menginap di rumah penduduk, ga ada kamar-kamar jadi kami satu kelompok (kurang lebih 12 orang) tidur di ruang depan (mungkin ruang tamunya) yang kecil, jadi kami tidur berdua belas pas-pasan bgt ga bisa gerak-gerak dan selonjor aja susah. Langit malam disini indah banget bintangnya banyak banget masih terlihat jelas karena ga ada polusi disini jauh dari hiruk pikuk jalan raya.
Di Baduy luar penduduknya biasanya berpakaian berwarna putih, disini masih diijinkan menggunakan barang elektronik dan bahan kimia seperti sabun, shampoo, odol, dll. Karena baduy luar sudah lumayan terjamah sama masyarakat luar jadi sedikit banyak agak terpengaruh dengan budaya luar. Walau demikian menurut saya masyarakatnya justru lebih tertutup dibandingkan Baduy Dalam, bisa dibilang agak kurang :welcome”, kami ga pernah bertegur sapa dengan pemilik rumah, mereka berada di bagian belakang rmah terus. Oiya disini jarang ada kamar mandi hanya ada satu dua saja, jadi aktivitas yang menggunakan air harus dilakukan di sungai.
Hari kedua kami lanjut perjalanan menuju Baduy Dalam, lagi-lagi harus jalan dan lagi-lagi itu ga deket. Harus melewati tanjakan , jembatan goyang. Tanjakannya disebut tanjakan cinta, karena luar biasa nanjak jadi cewe-cewe kalo lewat tanjakan situ butuh pertolongan dari laki-laki jadilah disebut tanjakan cinta -___-“ . ada lagi rintangan yang harus dilewati yaitu jembatan (entah namanya apa sebut aja jembatan goyang), lewat jembatan ini harus satu atau dua orang kalo ga begitu…walaikumsalam…
Di Baduy dalam nginep lagi dirumah penduduk kali ini rumahnya lebih besar dan bentuk rumahnya rumah panggung. Kali ini ga perlu mepet-mepet buat tidur lumayan bisa tidur dengan nyenyak. Penduduk Baduy dalam biasanya menggunakan pakaian hitam, mereka ga menggunakan alas kaki. Di Baduy dalam kita dilarang banget pake barang elektronik plus bahan kimia (No Soap, No Shampoo, No No No…..), disini bener-bener ga ada kamar mandi jadi semua aktivitas dilakukan disungai, sungainya bening karena belum tercemar (yaaa paling tercemar hanya oleh t*i ). Walau aturannya banyak banget , tapi menurut saya nih penduduknya jauh lebih ramah dibanding  penduduk baduy luar. Disini kita bisa liat penduduk-penduduknya bikin kerajinan tangan seperti gelang, kalung, dsb. Mereka juga menjual hasil kerajinannya kekota, selain kerajinan mereka juga menjual madu alami. Setelah kunjungan kami mereka sempat dating ke sekolah dan katanya mereka jalan kaki dan tanpa alas (slit untuk dibayangkan)
Oiya kata pemandu saya konon katanya kalau kita ketinggalan tulisan alamat disana bakalan dicari dan disamperin tuh alamat, hihiii horror.
Sekian pengalaman dari saya, Cuma foto ini yang tersisa di album ini waktu kita penelitian mengenai ekosistem di sungai Baduy Luar
Walau awalnya berpikir…hahhh? Study tour ke Baduy? Ga Salah?
Ternyata itu ga salah sama sekali, banyak bgt pengalaman yang didapet dari sana. Best experience, best moment, best for D’Pirates (XII IPA 3)
Tips kalau mau kesini jangan lupa bawa Jas Hujan plus Pake Sandal Gunung :)

Senin, 25 Januari 2010

GOES TO SEMARANG..


Selesai UAS kemarin tanggal 16 Januari 2010 aku ke Semarang sama pacar tercinta =), dari Terminal Tirtonadi Solo naik Bus AC yang jurusan Semarang tarifnya @Rp 20.000,- . perjalanan kira-kira makan waktu 2,5 jam. Kita turun di Sukun lanjut ke Kota niatnya mau ke Kota Lama naik Damri tapi ternyata salah jurusan akhirnya sampai di terminal Mangkang, daripada mubadzir akhirnya kita lanjut aja ke Bonbin Semarang yang letaknya ga jauh dari terminal jalan sebentar sampe di Bonbin Semarang

 
Dari depan udah keliyatan kalo ini kebon binatang sepi banget, dari lokasinya aja udah ga starategis terletak di ujung semarang yang jauh dari pusat keramaian (rame sih tapi cuma rame lalu lintas bus sama truk-truk gede) ya jelaslah sepi pengunjung. Karcis masuknya Cuma @Rp 5.000,-. Di dalam binatangnya sedikit banget udah gitu rada ga terawat tempatnya. Tapi lumayanlah buat foto-foto dikit, huhuhu.. disana gw cuma tertarik beberpa binatang yaitu wau-wau yang ikut pose waktu aku foto si pacar, ney dia fotonya :


Satu lagi angsa yang dilepas gitu aja tapi untungnya ga ngejar, lucu  banget angsanya…


Kandang beruangnya ga terawat udah gitu kecil banget kasian liatnya, Kalo kandang burungnya lumayan baguslah, kandang singa tempatnya di pojokan gitu tadinya mau liat tapi takut abis tempatnya mojok banget kalau tiba-tiba lepas kan berabe,huhuuu.. disana ada gajah, buaya, komodo, orang utan, burung bangau, Rusa, kayanya Cuma itu yang gw lyat kemaren. Asli sepi bgt ney tempat wisata, atau karena belom dirapiin krn katanya tadinya lokasinya bukan disini yah apapun alasannya harusnya di lestarikan lagi masa ibu kota kebun binatangnya ga terawat., padahal objek wisata yang laennya udah oke. Ayo dong majukan wisata fauna di Semarang, kalo udah bagus nanti numpang foto-foto lagi deh disini,,huhuuuu……
Di Bonbin Cuma sebentar secara yang bisa diliyat Cuma dikit, lanjut naek trans Semarang, satu keaneha lagi yang gw jumpai di Semarang, shelter busway nya ga berfungsi euy Cuma buat nunggu trans lewat doing bayarnya tetep didalem bus tarifnya sama @Rp 3.500,- pake karcis juga, lah kalo gitu ngapain mahal-mahal bikin shelter bikin aja halte biasa. Tapi ada beberapa si yang bayarnya di shelternya langsung. Shelternya pun ga ada namanya, hihii kalo gw dibiarin naek ni bus sendirian dijamin 100% nyasar ga ada pemberitahuan nama pemberentiannya di shelternya pun ga ada namanya. Oke lumayan bête di trans Semarang karena depan tempat duduk ada ABG ABG yang selama perjalanan berisik bgt, tapi sabaaaarrr…… dan tengah jalan eh busnya bannya bocor…..makin sabaaaaarrrrrrrrr………akhirnya turun terus naek angkot abis itu naek becak menuju mesjid Agung Jateng, bagus byanget mesjidnya ada menaranya juga kaya monas gitu jadi bisa liat kota Semarang dari atas menaranya, tariff masuk menaranya @Rp. 5.000,- ada museumnya juga tapi museumnya cuma buka sampe jam 4 sore.


Diatas menara anginnya kenceennggg bgt ampe mau kebawa nagin gitu, dari atas subhanallah bagus banget pemandangannya, ga nyesel dateng kemari. Karena diatas dingin bgt kita turun lanjut foto-foto dibawah, desain mesjidnya oke bgt ada pilar-pilarnya gitu terus ada beberapa pilar yang ada payungnya waktu itu lagi nutup payungnya tapi kalo lagi ada salat berjamaah kaya salat ied gtu payungnya dibuka, pasti keren bgt y?


Abis salat ashar didalem, kita pulang karena ujan juga dan kasian udah ditungguin sama bapak tukang becak. Dutengah jalan ban becaknyha bocor T_T.
Karena dari siang belom makan kita makan tahu gimbal di taman KB terus lanjut jalan kaki ke simpang lima beli tahu petis sama pisang goreng, karena udah hampir malem perjalanan dihentikan dan waktunya pulang ke Solo..=) eh sampe Solo ban motor si pacar juga bocor..wuaaaa….. tema hari ini ban bocor….
Wuaaa walau capek, ban bocor 3x tapi seneng juga ngebolang bersama pacar, jadi tau bentuk Semarang kaya apa, rame juga ternyata. Jadi tau juga tahu gimbal tuh apa. Makasih sayang udah nemenin jalan-jalan=). Semoga ada goes to Semarang part 2, huhuuu










Daisypath Anniversary tickers

Daisypath Anniversary tickers